negara kunjungan

Senin, 13 Januari 2014

Contoh Soal Ekonomi Akuntansi PG beserta jawaban



1. Dilihat dari sudut fungsinya, akuntasi diartikan sebagai…..
A. Suatu alat untuk mencatat semua transaksi atau kejadian-kejadian yang terjadi dalam perusahaan
B. Suatu aktivitas penyediaan data keuangan perusahaan yang pendting bagi pihak-pihak yang memerlukan
C. Rangkaian kegiatan yang meliputi pencatatan, dan pelaporan transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan
D. Kumpulan catatan mengenai transaksi keuangan perusahaan yang terjadi dalam suatu periode tertentu
E. Iktisar-iktisar keuangan perusahaan sebagai pertanggungjawaban pimpinan perusahaan

2.
Akuntansi yang mengutamakan pemeriksaan terhadap pernerpan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim dan berjalannya system pengendalian intern untuk mendukung pendapatnya atas laporan keuangan suatu perusahaan adlah……..
A. Akuntan perpajakan
B. Akuntan public
C. Akuntan pemerintahan
D. Akuntan intern
E. Akuntan pendidik
3. Akuntan yang bekerja di perushaan –perusahaan swasta, seperti di bank, perusahaan industri, perdagangan dan lain-lain disebut……..
A. Akuntan public
B. Akuntan pemerintahan
C. Akuntan pendidik
D. Akuntan internal
E. Akuntan eksternal

4. Pihak yang memerlukan informasi akuntansi untuk mengambil keputusan tentang perlu tidaknya menanamkan modal di perusahaan adalah……
A. Pemilik
B. Kreditur
C. Pemerintah
D. Karyawan
E. Investor

5. Transaksi keuangn perusahaan adalah……
A. Semua kejadian yang terjadi dalam perusahaan
B. Kejadian-kejadian yang berhubungan langsung dengan pihak lain
C. Kejadian-kejadianyang berpengaruh lansung terhadap harta dan kewajiban perusahaan
D. Kejadian-kejasian dan keadaan yang mengkibatkan perubahan harta, hutang dan modal perusahaan
E. Kejadian-kejadian yang mengakibatkan perubahan terhadap modal perusahaan.

6. Rumusan persamaan dasar akuntansi adalah...........
A. Harta = Kewajiban + Modal
B. Harta = Modal – Kewajiban
C. Harta = Kewajiban – Modal
D. Harta = Modal + Kewjiban
E. Modal = Kewjiban + Harta

7. Harta sebuah perusahaan sebesar Rp 32.000.000,00, sedangkan kewajibannya sebesar Rp 9.000.000,00, maka besarnya modal perusahaan adalah..........
A. Rp. 41.000.000,00
B. Rp. 32.000.000,00
C. Ro. 23.000.000,00
D. Ro. 13.000.000,00
E. Ro. 9.000.000,00
8. Sahnya bukti transaksi adalah bukti transaksi yang berisi data tentang:
A. Tanggal, nomor bukti, keterangan, pihak-pihak yang terlibat
B. Jumlah uang, nomor bukti, keterangan, pihak yang terlibat
C. Tanggal, jumlah uang, nomor bukti, alamat
D. Tanggal, jumlah uang, nomor bukti, pihak yang terlibat.
E. Tanggal, jumlah uang, keterangan, nomor bukti.

9. Tangal yang dicantumkan di bukti jurnal adalah……
A. Tanggal posting transaksi
B. Tanggal dicatatnya bukti jurnal
C. Ta nggal disetujuinya bukti jurnal
D. Tanggal dibuatnya bukti jurnal
E. Tanggal terjadinya transaksi

10. Apabila terjadi pembelian secara tunai, maka akan dicatat ke dalam jurnal….
A. Jurnal pengeluaran kas
B. Jurnal penerimaan kas
C. Jurnal pembelian
D. Jurnal retur pembelian
E. Jurnal pengembalian barang

11. PD SINAR membeli barang dari PT.CAHAYA seharga Rp 4.000.000,00 Pembayaran kredit, bukti transaksi yang dijadikan dokumen akuntansi PD SINAR untuk transaksi tersebut adalalh....
A. Kuitansi yang diterima dari PT. CAHAYA
B. Copy (tembusan) kuitansi yang diserahkan kepada PT CAHAYA.
C. Faktur yang dibuat oleh PT CAHAYA
D. Copy faktur yang diterima dari PT CAHAYA
E. Struk cek yang lembar utamanya diserahkan kepada PT CAHAYA.

12. Penyetoran modal oleh pemilik dalam bentuk uang tunai Rp 100.000.00 didokumentasikan dengan.....
A. Memo
B. Bon
C. Faktur
D. Kuitansi
E. Nota kontan

13. Menurut konversi pencatatan rekening, debit dan kredit berarti…..
A. Aktiva dan pasiva
B. Bertambah dan berkurang
C. Kekayaan dan hutang
D. Sisi sebelah kiri dan sisi sebelah kanan
E. Positif dan negatif
14. Data kuitansi yang dibuat perusahaan bengkel ”MUDA KARYA” untuk pelanggannya, antara lain sebagai berikut :
Jumlah uang : Rp 1.800.000,00
Untuk Pembayaran : perbaikan sebuat kendaraan No. Pol B. 212 SNN
Catatan yang harus dibuat dalam persamaan dasar akuntansi adalah.....
A. Akun pendapatan jasa debet dan kas kredit berjumlah Rp 1.800.000,00
B. Akun pendapatan jasa debet dan Modal kredit masing-masing Rp 1.800.000,00
C. Akun Modal debet dan akun pendapatan jasa kredit sebesar Rp 1.800.000,00
D. Akun Kas debet dan akun Modal kredit masing-masing sebear Rp 1.800.000,00
E. Akun Kas debet Rp 1.800.000,00 dan akun pendapatan jasa kredit dengan jumlah.

15. Format jurnal pembelian berisi kolom-kolom................
A. Tanggal posting, Keterangan, No bukti, Debit, Kredit, saldso, D/K
B. Tanggal, No Faktur, Nama Kreditur, Ref, Debet, Kredit
C. Tanggal, No Faktur, Nama Debitur, Ref, Debet, Kredit.
D. Tanggal laporan, keterangan, ref, Debit,Kredit
E. Tanggal transaksi, Keterangfan, Debit, Kredit.




16. Suatu Peralatan seharga Rp 10.000.000,00 dibeli dengan cara sebagai berikut : dibayar tunai Rp 2.500.000,00, dibayar dengan menarik kredit dari bank Rp 7.500.000,00, maka dalam jurnal umum dicatat sebagai berikut….
A. Peralatan Rp 10.000.000,00
Hutang usaha Rp 7.500.000,00
Kas Rp 2.500.000,00
B. Peralatan Rp 10.000.000,00
Kas Rp 7.500.000,00
Hutang usaha Rp 2.500.000,00
C. Kas Rp 17.500.000, 00
Hutang usaha Rp 7.500.000.00
Peralatan Rp 10.000.000,00
D. Hutang Usaha Rp 10.000.000,00
Peralatan Rp 7.500.000,00
kas Rp 2.500.000,00
E. Peralatan Rp 10.000.000,00
Piutang usaha Rp 7.500.000,00
Kas Rp 2.500.000,00

17. Yang dimaksud buku besar adalah…
A. Buku yang berisi kegiatan perusahaan selama periode tertentu
B. Buku tempat mencatat ikhtisar transaksi yang terjadi selama periode tertentu
C. Buku tempat m,emncatat penggolongan transaksi yang terjadi dalam perusahaan
D. Buku tempat mencatat trnsaksi yang terjadi dalam perusahaan
E. Buku tempat laporan keuangan suatu perusahaan untuk perusahaan tertentu.

18. Posting adalah....
A. Proses menutup rekening nominal ke rekening modal
B. Proses menysyn laporan keuangan sesuai dengan kebutuhqan penguna informasi
C. Proses pemindahan salso buku besar ke daftar saldo sesuai dengan urutan rekening
D. Proses memasukkan informasi dan angka-angka dalam buku jurnal ke buku besar
E. Proses mencatat transaksi ke dalam buku besar sesuai dengan urutan kejadiannya.

19. Rekapitulasi yang akan dikerjakan pada buku jurnal khusus dapat berfungsi sebagai....
A. Media pencatatan akun-akun
B. Media pen gumpulan akau –akun untuk memperm,udah dalam proses posting
C. Media pengamanan jurnal khusus
D. Media pengwasan jurnal khusus
E. Mendia perincian akun-akun yang terkait untuk melihat kesamaan debet dan kredit.


20. umber data yang akan digunakan untuk pencatatan ke dalam buku pembantu adalah..........
A. Catatan yang ada dalam buku pembantu
B. Catatan yang ada di dalam bukti transaksi
C. Catatan jurnal memorial
D. Catatan di buku besar
E. Catatan jurnal khusus

21. Dijual tunai inventaris mesin tik Royal seharga Rp 765.000.000,00, yang dibeli dua bulaln yang lalu seharga Rp 756.000,00, maka ayat jurnalnya adalah....
A. Kas p 765.000,00
Peralatan kantor Rp 765.000,00
B. Kas p 756.000,00
Peralatan kantor Rp 756.000,00
C. Kas Rp 756.000,00
Rugi penjualan mesin Rp 9.000,00
D. Kas Rp 765.000,00
Peralatan mesin Rp 756.000,00
Laba penjualan mesin Rp 9.000,00
E. Kas Rp 1.521.000,00
Peralata n kantor Rp 1.521.000,00

22. PD ARION menjual barang kepada toko Dina seharga Rp 5.000.000,00 syarat n/30 FOB destination, ongkos angkut Rp 200.000,00. Pencatatan trnsaksi tersebut dibwah ini besar, kecuali.
A. PD Arion mendebet perkiraan piutang dagang Rp 5.000.000,00
B. PD Arion mengkredit perkiraan penjualan Rp 5.000.000,00
C. PD Arion mendebet perkiran biaya angkut Rp 5.000.000,00
D. Toko Dina mendebet perkiraan pembelian Rp 5.000.000,00
E. Toko Dina mengkredit perkiraan utang dagang Rp 5.000.000,00

23. Berikut ini kelompok tekening yang semuanya mempuyai saldo normal (normal
balance ) kredita, kecuali….
A. Modal saham, hutang dagang
B. Pendapatan
C. Hutang dagang
D. Retur penjualan
E. Retur pembelian



24. Laporan keuangan yang harus disusun oleh perushaan sesuai dengan ketentuan PSAK
adalah…..
A. Neracal, Laporan laba/rugi
B. Neraca, laporan laba/rugi, laporan Ekuitas, Arus kas
C. Neraca, laporan laba/rugi, laporan Ekiuitas, Aris kas, catatan pendukung
D. Neraca, laporan laba/rugi, laporan Ekuitas
E. Neraca, lapran laba rugi, laporan Ekuitas, Arus kas.

25. Neraca lajur atau kertas kerja difungsikan sebagai....
A. Media pencatatan akun-akun neraca
B. Media pembantu untuk menyusun laporan keuangan
C. Media pencatatan penyesuaian keuangan
D. Salah satu laporan keuangan yang wajib disusun oleh perushaan
E. Media pencatatan laba rugi

26. Berikut ini urutan langkah-langkah yang benar dalam menyusun neraca lajur 10 kolom adalah....
A. AJP, Neraca saldo, Neraca saldo disesuaikan, Neraca, Laporan laba/rugi
B. Neraca, AJP, Neraca saldo disesuaikan, laporan laba/rugi
C. Neraca saldo, Neraca saldo disesuaikan, laporan laba/rugi, neraca
D. Neraca saldo disesuaikan, AJP, Neraca saldo, Neraca, laporan laba/rugi
E. Neraca saldo, AJP, Neraca saldo disesuiakan, Laporan laba/rugi, Neraca


27. Dalam neraca lajur, jika pada kolom laba/rugi jumlah kolom debit lebih kecil ddari
jumlah kolom kredit, maka perushaan tersebut mengalami.... dan pengaruhnya
terhadap modal.:
A. Rugi, mengurangi modal
B. Rugi, menambah modal
C. Laba, mengurangi modal
D. Laba, menambah modal
E. Rugi, tidak mempengaruhi modal

28. Neraca menurut PSAK harus disajikan dalam format :
A. Double step
B. Single step
C. T. Account
D. Multiple step
E. Triple step


29. Neraca adalah laporan yang sistematis mengenai….
A. Harta perushaan dan modal pemilik pada suatu saat tertentu
B. Modal pemilik dan pendapat bersih selama periode tertentu
C. Harta, hutang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu
D. Penghasilan-penghasilan dan beban-beban yang terjadi pada suatu saat tertentu
E. Harta yang dimiliki perusahaan dan kewajiban kepada kreditur pada suatu saat tertentu

30. Salah satu unsur laporan keuangan yang menggambarkan posisi (keadaan) Modal
perusahaan adalah
A. Neraca
B. Lapran laba/rugi
C. Laporan perubahan Modal
D. Laporan perubahan posisi keuangan
E. Laporan perubahan laba yang ditahan.

31. Penjualan aktiva tetap dalam laporan Arus Kas disajikan sebagai.....
A. Arus kas masuk dari aktifitas investasi
B. Arus kas keluar dari aktifitas operasi
C. Arus kas keluar dari aktifitas investasi
D. Arus kas keluar masuk darui aktifitas pendanaan
E. Arus kas keluar dari aktifitas pendanaan.

32. Dalam jurnal penyesuaian dokumen yang digunakan adlaah....
A. Konfirmasi saldo
B. Nota debet
C. Nota kredit
D. Kuitansi
E. Bukti memorial








33. Dalam neraca saldo PT ABC per 31 Desember 2009, terdapat perkiraan asuransi
dibayar dimuka sebesar Rp 180.000,00. data penyesuaian menyebutkan, asuransi
dibayar tanggal 1 Oktober 2009 untuk satu tahun. Jurnal penyesuaian yang harus
dibuat dari data tersebut adalah.....
A. Beban Asuransi Rp 45.000,00
Asuransi dibayar dimuka Rp 45.000,00
B. Asuransi dibayar dimuka Rp 45.000,00
Beban asuransi Rp 45.000,00
C. Beban asuransi Rp 135.000,00
Asuransi dibayar di muka Rp 135.000,00
D, Asuransi dibayar di muka Rp 135.000,00
Beban Asuransi Rp 135.000,m00
E. Beban asuransi Rp 30.000,00
Asuransi dibayar di muka Rp 30.000,00

34. Pada tanggal 30 Desember 2009 Perusahaan X menjual barang dagang dengan syarat franco gudang penjual. Penjualan yang nilainya berjujlah Rp 1.000.000,00, tersebut barangnya telah selesai dikirim pada tanggal 31 Desember 2008, tetapi faktur baru dibuat tanggal 4 Januari 2009. ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat adalah ....
A. Debit penjualan ; kredit Piutang dagang
B. Debit Piutang dagang; kredit Penjualan
C. Debit harga pokok penjualan; kredit persediaan
D. Debit persediaan; kredit harga pokok penjualan
E. Debit persediaan; kredit hutang dagangu

35. Kalau untuk tahun 2008 seorang penguasaha dikenakan pajak penghasilan sementara sebesar Rp 120.000,00 yang harus diangsur tiap bulan @ Rp 10.000,00 dan pada tanggal 31 Desember 2008 angsuran itu telah berjumlah Rp 110.000,00, sedangkan menurut perhitungan, jumlah pajaknya untuk tahun 2008 itu ditaksir Rp 150.000,00 besarnya, maka pada 31 Desember itu ia tentu membuat ayat jurnal penyesuaian yang berbunyi sebagai berikut…..
A. PPh (D) Rp 10.000,00 ; PPh terutang (K) Rp 10.000,00
B. PPh (D) Rp 150.000,00 ; PPh terutang (K) Rp 150.000,00
C. PPh (D) Rp 30.000,00 ; PPh terutang (K) Rp 30.000,00
D. PPh (D) Rp 40.000,00 ; PPh terutang (K) Rp 40.000,00
E. PPh (D) Rp 40.000,00 ; PPh terutang (K) Rp 40.000,00

36. Dokumen yang digunakan sebagai dasar menyusun jurnal penutup adalah …..
A. Laporan laba rugi dan perubahan modal
B. Laporan arus kas
C. Catatan dan laporan keuangan
D. Memo dan manajemen
E. Neraca dan catatan laporan keuangan
37. Saldo laba bersih dicatat dengan jurnal penutup :
A. Debit ikhtisar laba rugi ; kredit modal
B. Debit modal ; kredit iktisar laba rugi
C. Debit ikhtisar laba-rugi ; kredit prive
D. Debit prive ; kredit modal
E. Debit prive ; kredit iktisar laba rugi

38. Perkiraan ikhtisar laba rugi perusahaan taxi Blue Bird pada tanggal 31 Desember 2008, tampak sebagai berikut :
Des.31 Rp 95.500.000,00 Des. 31 Rp 245.500.000,00
Jurnal untuk menutup perkiraan ikhtisar Laba-Rugi di atas adalah .....
A. Modal Rp 150.000.000,00
Ikhtisar Laba-rugi Rp 150.000.000,00
B. Ikhtisar Laba-rugi Rp 150.000.000,00
Kas Rp 150.000.000,00
C. Kas Rp 150.000.000,00
Ikhtisar Laba-rugi Rp 150.000.000,00
D. Ikhtisar Laba-rugi Rp 150.000.000,00
Modal Rp 150.000.000,00
E. Ikhtisar Laba-rugi Rp 341.000.000,00
Modal Rp 341.000.000,00

39. Satu dari perkiraan-perkiraan di bawah ini tidak tercantum dalam neraca saldo setelah penutupan adalah .....
A. Biaya yang masih harus dibayar
B. Pendapatan diterima dimuka
C. Pendapatan yang masih harus diterima
D. Pendapat lain-lain
E. kas

40. Perkiraan-perkiraan yang harus ditutup dalam jurnal penutupan adalah...
A. pendapatan diterima dimuka, beban, modal, dan ikhtisar laba/rugi
B. pendapatan, modal, beban dan ikhtisar laba-rugi
C. pendapatan, beban, prive dan ikhtisar laba-rugi
D. pendapatan diterima dimuka, modal dan ikhtisar laba/rugi
E. modal, beban, prive dan ikhtisar laba-rugi




KUNCI JAWABAN
NO
1 A
2 B
3 D
4 E
5 D
6 A
7 C
8 D
9 E
10 A
11 C
12 D
13 D
14 D
15 B
16 A
17 C
18 D
19 B
20 B
21 C
22 C
23 B
24 C
25 B
26 E
27 D
28 C
29 C
30 C
31 A
32 E
33 A
34 B
35 E
36 A
37 A
38 D
39 D
40 C




Sejarah Kerajaan Samudera Pasai Aceh



Kerajaan Samudera Pasai Aceh

Berdasarkan berita Marcopolo (th 1292) dan Ibnu Batutah (abad 13). Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (th 1297) Raja pertama Samudra Pasai.
Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada Tahun 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh (1285 – 1297). Makam Nahrasyiah Tri Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 25 hari dari Barhnakar (sekarang masuk wilayah Myanmar), Battutah mendarat di sebuah tempat yang sangat subur. Perdagangan di daerah itu sangat maju, ditandai dengan penggunaan mata uang emas. Ia semakin takjub karena ketika turun ke kota ia mendapati sebuah kota besar yang sangat indah dengan dikelilingi dinding dan menara kayu.
Kota perdagangan di pesisir itu adalah ibu kota Kerajaan Samudera Pasai. Samudera Pasai (atau Pase jika mengikuti sebutan masyarakat setempat) bukan hanya tercatat sebagai kerajaan yang sangat berpengaruh dalam pengembangan Islam di Nusantara. Pada masa pemerintahan Sultan Malikul Dhahir, Samudera Pasai berkembang menjadi pusat perdagangan internasional. Pelabuhannya diramaikan oleh pedagang-pedagang dari Asia, Afrika, Cina, dan Eropa.
Kejayaan Samudera Pasai yang berada di daerah Samudera Geudong, Aceh Utara, diawali dengan penyatuan sejumlah kerajaan kecil di daerah Peurelak, seperti Rimba Jreum dan Seumerlang. Sultan Malikussaleh adalah salah seorang keturunan kerajaan itu yang menaklukkan beberapa kerajaan kecil dan mendirikan Kerajaan Samudera pada tahun 1270 Masehi.Makam Abdullah ibnu Muhammad ibnu Abdul Kadir.
Ia menikah dengan Ganggang Sari, seorang putri dari kerajaan Islam Peureulak. Dari pernikahan itu, lahirlah dua putranya yang bernama Malikul Dhahir dan Malikul Mansyur. Setelah keduanya beranjak dewasa, Malikussaleh menyerahkan takhta kepada anak sulungnya Malikul Dhahir. Ia mendirikan kerajaan baru bernama Pasai. Ketika Malikussaleh mangkat, Malikul Dhahir menggabungkan kedua kerajaan itu menjadi Samudera Pasai.
Dalam kisah perjalanannya ke Pasai, Ibnu Battutah menggambarkan Sultan Malikul Dhahir sebagai raja yang sangat saleh, pemurah, rendah hati, dan mempunyai perhatian kepada fakir miskin. Meskipun ia telah menaklukkan banyak kerajaan, Malikul Dhahir tidak pernah bersikap jemawa. Kerendahan hatinya itu ditunjukkan sang raja saat menyambut rombongan Ibnu Battutah. Para tamunya dipersilakan duduk di atas hamparan kain, sedangkan ia langsung duduk di tanah tanpa beralas apa-apa.
Dengan cermin pribadinya yang begitu rendah hati, raja yang memerintah Samudera Pasai dalam kurun waktu 1297-1326 M ini, pada batu nisannya dipahat sebuah syair dalam bahasa Arab, yang artinya, ini adalah makam yang mulia Malikul Dhahir, cahaya dunia sinar agama.
Tercatat, selama abad 13 sampai awal abad 16, Samudera Pasai dikenal sebagai salah satu kota di wilayah Selat Malaka dengan bandar pelabuhan yang sangat sibuk. Bersamaan dengan Pidie, Pasai menjadi pusat perdagangan internasional dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor utama.
Saat itu Pasai diperkirakan mengekspor lada sekitar 8.000- 10.000 bahara setiap tahunnya, selain komoditas lain seperti sutra, kapur barus, dan emas yang didatangkan dari daerah pedalaman. Bukan hanya perdagangan ekspor impor yang maju. Sebagai bandar dagang yang maju, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang sebagai alat pembayaran. Salah satunya yang terbuat dari emas dikenal sebagai uang dirham.
Hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Pulau Jawa juga terjalin. Produksi beras dari Jawa ditukar dengan lada. Pedagang-pedagang Jawa mendapat kedudukan yang istimewa di pelabuhan Samudera Pasai. Mereka dibebaskan dari pembayaran cukai.

Perdagangan
Selain sebagai pusat perdagangan, Pasai juga menjadi pusat perkembangan Islam di Nusantara. Kebanyakan mubalig Islam yang datang ke Jawa dan daerah lain berasal dari Pasai.
Eratnya pengaruh Kerajaan Samudera Pasai dengan perkembangan Islam di Jawa juga terlihat dari sejarah dan latar belakang para Wali Songo. Sunan Kalijaga memperistri anak Maulana Ishak, Sultan Pasai. Sunan Gunung Jati alias Fatahillah yang gigih melawan penjajahan Portugis lahir dan besar di Pasai. Laksamana Cheng Ho tercatat juga pernah berkunjung ke Pasai.
Situs Kerajaan Islam Samudera Pasai ini sempat sangat terkenal di tahun 1980-an, sebelum konflik di Aceh semakin memanas dan menyurutkan para peziarah. Menurut Yakub, juru kunci makam Sultan Malikus saleh, nama besar sang sultan turut mengundang rasa keingintahuan para peziarah dari Malaysia, India, sampai Pakistan. “Negara-negara itu dulunya menjalin hubungan dagang dengan Pasai,” tutur Yakub.
Sejarah Pasai yang begitu panjang masih bisa ditelusuri lewat sejumlah situs makam para pendiri kerajaan dan keturunannya di makam raja-raja itu. Makam itu menjadi saksi satu-satunya karena peninggalan lain seperti istana sudah tidak ada. Makam Sultan Malikussaleh dan cucunya, Ratu Nahrisyah, adalah dua kompleks situs yang tergolong masih terawat. makam Malikal Zahir.
Menurut Snouck Hurgronje, hubungan langsung Arab dengan Indonesia baru berlangsung abad 17 pada masa kerajaan Samudra Pasai, Banten, Demak dan Mataram Baru.
Samudra Pasai sebelum menjadi kerajaan Islam merupakan kota pelabuhan yang berada dalam kekuasaan Majapahit, yang pada masa itu sedang mengalami kemunduran. Setelah dikuasai oleh pembesar Islam, para pedagang dari Tuban, Palembang, malaka, India, Cina dan lain-lain datang berdagang di Samudra Pasai. Menurut Ibnu Batutah: Samudera Pasai merupakan pelabuhan terpenting dan Istana Raja telah disusun dan diatur secara indah berdasarkan pola budaya Indonesia dan Islam.
Kehidupan masyarakat Samudera Pasai diwarnai oleh agama dan kebudayaan Islam. Pemerintahnya bersifat Theokrasi (berdasarkan ajaran Islam) rakyatnya sebagian besar memeluk agama Islam. Raja raja Pasai membina persahabatan dengan Campa, India, Tiongkok, Majapahit dan Malaka. Pada tahun 1297 Malik Al saleh meninggal, dan digantikan oleh putranya Sultan Muhammad (th 1297 – 1326)
lebih dikenal dengan nama Malik Al Tahir, penggantinya Sultan Ahmad (th 1326 – 1348), juga pakai nama Malik Al Tahir, penggantinya Zainal Abidin.
Raja Zainal Abidin pada tahun 1511 terpaksa melarikan diri dan meninggalkan tahtanya berlindung di Majapahit, karena masih saudara raja Majapahit. Hal ini berarti hubungan kekerabatan Raja Samudra Pasai dengan Raja Majapahit terbina sangat baik, menurut berita Cina disebutkan pertengahan abad 15, Samudra Pasai masih mengirimkan utusannya ke Cina sebagai tanda persahabatan.makam Naina Hisana bin Naina.
Fatahilah, ulama terkemuka Pasai menikah dengan adik Sultan Trenggono(raja Demak/adik Patih Unus/anak Raden Patah). Fatahilah berhasil merebut Sunda Kelapa (22 Juni 1522) berganti nama menjadi Jayakarta, juga Cirebon dan Banten.

Sabtu, 11 Januari 2014

Walaupun isinya campur2 gak je gitu yang penting kalo posting dapat copass sumbernya di cantum dong yaaa hihhihihi

KOLOID kimia SMA

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 – 10-5 cm ). Contoh: Mayones dan cat, mayones adalah campuran homogen di air dan minyak dan cat adalah campuran homogen zat padat dan zat cair.
Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi.
Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid.
Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari. Cairan tubuh, seperti darah adalah sistem koloid, bahan makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem koloid.
Karena sistem koloid sangat berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari, kita harus mempelajarinya lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya dengan benar dan dapat bermanfaat untuk diri kita.
 Koloid adalah suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil, tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan; larutan bersifat stabil.
Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut :
- Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid
- Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid
 Berdasarkan fase terdispersi maupun fase pendispersi suatu koloid dibagi sebagai berikut :
Fase Terdispersi Pendispersi Nama koloid Contoh
Gas Gas Bukan koloid, karena gas bercampur secara homogen
Gas Cair Busa Buih, sabun, ombak, krim kocok
Gas Padat Busa padat Batu apung, kasur busa
Cair Gas Aerosol cair Obat semprot, kabut, hair spray di udara
Cair Cair Emulsi Air santan, air susu, mayones
Cair Padat Gel Mentega, agar-agar
Padat Gas Aerosol padat Debu, gas knalpot, asap
Padat Cair Sol Cat, tinta
Padat Padat Sol Padat Tanah, kaca, lumpur

 Sifat Koloid

a. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh larutan koloid, peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid dapat menghamburkan sinar ke segala jurusan.
Contoh: sinar matahari yang dihamburkan partikel koloid di angkasa, hingga langit berwarna biru pada siang hari dan jingga pada sore hari ; debu dalam ruangan akan terlihat jika ada sinar masuk melalui celah.
 b. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak partikel koloid dalam medium pendispersi secara terus menerus, karena adanya tumbukan antara partikel zat terdispersi dan zat pendispersi. Karena gerak aktif yang terus menerus ini, partikel koloid tidak memisah jika didiamkan.
 c. Adsorbsi Koloid
Adsorbsi Koloid adalah penyerapan zat atau ion pada permukaan koloid. Sifat adsorbsi digunakan dalam proses:
1. Pemutihan gula tebu.
2. Norit.
3. Penjernihan air.
Contoh: koloid antara obat diare dan cairan dalam usus yang akan menyerap kuman penyebab diare.
Koloid Fe(OH)3 akan mengadsorbsi ion H+ sehingga menjadi bermuatan +. Adanya muatan senama maka koloid Fe(OH), akan tolak-menolak sesamanya sehingga partikel-partikel koloid tidak akan saling menggerombol.
Koloid As2S3 akan mengadsorbsi ion OH- dalam larutan sehingga akan bermuatan – dan tolak-menolak dengan sesamanya, maka koloid As2S3 tidak akan menggerombol.
 d. Muatan Koloid dan Elektroforesis
Muatan Koloid ditentukan oleh muatan ion yang terserap permukaan koloid. Elektroforesis adalah gerakan partikel koloid karena pengaruh medan listrik.
Karena partikel koloid mempunyai muatan maka dapat bergerak dalam medan listrik. Jika ke dalam koloid dimasukkan arus searah melalui elektroda, maka koloid bermuatan positif akan bergerak menuju elektroda negatif dan sesampai di elektroda negatif akan terjadi penetralan muatan dan koloid akan menggumpal (koagulasi).
Contoh: cerobong pabrik yang dipasangi lempeng logam yang bermuatan listrik dengan tujuan untuk menggumpalkan debunya.
 e. Koagulasi Koloid
Koagulasi koloid adalah penggumpalan koloid karena elektrolit yang muatannya berlawanan.
Contoh: kotoran pada air yang digumpalkan oleh tawas sehingga air menjadi jernih.
Faktor-faktor yang menyebabkan koagulasi:
  •  Perubahan suhu.
  •  Pengadukan.
  • Penambahan ion dengan muatan besar (contoh: tawas).
  • Pencampuran koloid positif dan koloid negatif.
Koloid akan mengalami koagulasi dengan cara:
1. Mekanik
Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan, pendinginan atau pengadukan cepat.
2. Kimia
Dengan penambahan elektrolit (asam, basa, atau garam).
Contoh: susu + sirup masam —> menggumpal
Lumpur + tawas —> menggumpal
Dengan mencampurkan 2 macam koloid dengan muatan yang berlawanan.
Contoh: Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan menggumpal jika dicampur As2S3 yang bermuatan negatif.
f. Koloid Liofil dan Koloid Liofob
- Koloid Liofil
Koloid Liofil adalah koloid yang mengadsorbsi cairan, sehingga terbentuk selubung di sekeliling koloid. Contoh: agar-agar.
 - Koloid Liofob
Koloid Liofob adalah kolid yang tidak mengadsorbsi cairan. Agar muatan koloid stabil, cairan pendispersi harus bebas dari elektrolit dengan cara dialisis, yakni pemurnian medium pendispersi dari elektrolit.
g. Emulasi
Emulasi adalah kolid cairan dalam medium cair. Agar larutan kolid stabil, ke dalam koloid biasanya ditambahkan emulsifier, yaitu zat penyetabil agar koloid stabil.
Contoh: susu merupakan emulsi lemak di dalam air dengan kasein sebagai emulsifier.
h. Kestabilan Koloid
a. Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam bentuk koloid untuk penggunaannya.
Contoh: es krim, tinta, cat.
Untuk itu digunakan koloid lain yang dapat membentuk lapisan di sekeliling koloid tersebut. Koloid lain ini disebut koloid pelindung.
Contoh: gelatin pada sol Fe(OH)3.
b. Untuk koloid yang berupa emulsi dapat digunakan emulgator yaitu zat yang dapat tertarik pada kedua cairan yang membentuk emulsi Contoh: sabun deterjen sebagai emulgator dari emulsi minyak dan air.
 i. Pemurnian Koloid
Untuk memurnikan koloid yaitu menghilangkan ion-ion yang mengganggu kestabilan koloid, dapat dilakukan cara dialisis. Koloid yang akan dimurnikan dimasukkan ke kantong yang terbuat dari selaput semipermeabel yaitu selaput yang hanya dapat dilewati partikel ion saja dan tidak dapat dilewati molekul koloid.
Contoh: kertas perkamen, selopan atau kolodion.
Kantong koloid dimasukkan ke dalam bejana yang berisi air mengalir, maka ion-ion dalam koloid akan keluar dari kantong dan keluar dari bejana dan koloid tertinggal dalam kantong. Proses dialisis akan di percepat jika di dalam bejana diberikan arus listrik yang disebut elektro dialisis.
Proses pemisahan kotoran hasil metabolisme dari darah oleh ginjal termasuk proses dialisis. Maka apabila seseorang menderita gagal ginjal, orang tersebut harus menjalani “cuci darah” dengan mesin dialisator di rumah sakit. Koloid juga dapat dimurnikan dengan penyaring ultra.

Pembuatan Sistem Koloid

  1. Cara Kondensasi
Pembuatan sistem koloid dengan cara kondensasi dilakukan dengan cara penggumpalan partikel yang sangat kecil. Penggumpalan partikel ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Reaksi Pengendapan
Pembuatan sistem koloid dengan cara ini dilakukan dengan mencampurkan larutan elektrolit sehingga menghasilkan endapan. Contoh: AgNO3 + NaCl —> AgCl(s) + NaNO3
 2. Reaksi Hidrolisis
Reaksi hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Sistem koloid dapat dibuat dengan mereaksikan suatu zat dengan air. Contoh: AlCl3 +H2O —> Al(OH)3(s) + HCl
 3. Reaksi Redoks
Pembuatan koloid dapat terbentuk dari hasil reaksi redoks.
Contoh: pada larutan emas
Reaksi: AuCl3 + HCOH —> Au + HCl + HCOOH
                                                      Emas formaldehid
 4. Reaksi Pergeseran
Contoh: pembuatan sol As2S3 dengan cara mengalirkan gas H2S ke dalam laruatn H3AsO3 encer pada suhu tertentu.
Reaksi: 2 H3AsO3 + 3 H2S —> 6 H2O + As2S3
 5. Reaksi Pergantian Pelarut
Contoh: pembuatan gel kalsium asetat dengan cara menambahkan alkohol 96% ke dalam larutan kalsium asetat jenuh.

2.Cara Dispersi
 Pembuatan sistem koloid dengan cara dispersi dilakukan dengan memperkecil partikel suspensi yang terlalu besar menjadi partikel koloid, pemecahan partikel-partikel kasar menjadi koloid.
1. Cara Mekanik
Ukuran partikel suspensi diperkecil dengan cara penggilingan zat padat, dengan menghaluskan butiran besar kemudian diaduk dalam medium pendispersi.
Contoh: Gumpalan tawas digiling, dicampurkan ke dalam air akan membentuk koloid dengan kotoran air.
Membuat tinta dengan menghaluskan karbon pada penggiling koloid kemudian didispersikan dalam air.
Membuat sol belerang dengan menghaluskan belerang bersama gula (1:1) pada penggiling koloid, kemudian dilarutkan dalam air, gula akan larut dan belerang menjadi sol.
2. Cara Peptisasi
Pembuatan koloid dengan cara peptisasi adalah pembuatan koloid dengan menambahkan ion sejenis, sehingga partikel endapan akan dipecah. Contoh: sol Fe(OH)3 dengan menambahkan FeCl3.
sol NiS dengan menambahkan H2S.
karet dipeptisasi oleh bensin.
agar-agar dipeptisasi oleh air.
endapan Al(OH)3 dipeptisasi oleh AlCl3.
3. Cara Busur Bredia/Bredig
Pembuatan koloid dengan cara busur Bredia/Bredig dilakukan dengan mencelupkan 2 kawat logam (elektroda) yang dialiri listrik ke dalam air, sehingga kawat logam akan membentuk partikel koloid berupa debu di dalam air.
4. Cara Ultrasonik
yaitu penghancuran butiran besar dengan ultrasonik (frekuensi > 20.000 Hz)
Campuran heterogen.
Campuran homogen disebut larutan, contoh: larutan gula dalam air. Campuran heterogen dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: Sistem koloid termasuk dalam bentuk campuran. Campuran terbagi menjadi 2, yaitu:
1. Suspensi, contoh: pasir dalam air.
2. Koloid, contoh: susu dengan air.

Komponen Penyusun Koloid

1. Fase kontinyu : medium pendispersi jumlahnya lebih banyak.
2. Fase diskontinyu : medium terdispersi jumlahnya labih banyak.

Bentuk Partikel Koloid

1. Bulatan : misalnya virus, silika.
2. Batang : misalnya virus.
3. Piringan : misalnya globulin dalam darah.
4. Serat : misalnya selulosa.

Penggunaan Sistem Koloid

1. Obat-obatan : salep, krim, minyak ikan.
2. Makanan : es krim, jelly dan agar-agar.
3. Kosmetik : hair cream, skin spray, body lotion.
4. Industri : tinta, cat.

Beberapa Macam Koloid

1. Aerosol
adalah sistem koloid di mana partikel padat atau cair terdispersi dalam gas.
Contoh: aerosol padat: debu, asap.
aerosol cair: kabut, awan.
Bahan pendingin dan pendorong yang sering digunakan adalah Kloro Fluoro Karbon (CFC).
2. Emulsi
adalah sistem koloid di mana zat terdispersi dan pendispersi adalah zat cair yang tidak dapat bercampur. Misalnya: Emulsi minyak dalam air: santan, susu, lateks, minyak ikan. Emulsi air dalam minyak: mentega, minyak rambut, minyak bumi.
Untuk membentuk emulsi digunakan zat pengemulsi atau emulgator yaitu zat yang dapat tertarik oleh kedua zat cair tersebut.
Contoh: sabun untuk mengemulsikan minyak dan air.
kasein sebagai emulgator pada susu.
 3. Sol adalah suatu sistem koloid di mana partikel padat terdispersi dalam zat cair.
No.
Hidrofob
Hidrofil
a.
Tidak menarik molekul air tetapi mengadsorbsi ion Menarik molekul air hingga menyelubungi partikel terdispersi
b.
Tidak reversible, apabila mengalami koagulasi sukar menjadi sol lagi Reversibel, bila mengalami koagulasi akan dapat membentuk sol lagi jika ditambah lagi medium pendispersinya
c.
Biasanya terdiri atas zat anorganik Biasanya terdiri atas zat organik
d.
Kekentalannya rendah Kekentalannya tinggi
e.
Gerak Brown terlihat jelas Gerak Brown tidak jelas
f.
Mudah dikoagulasikan oleh elektrolit Sukar dikoagulasikan oleh elektrolit
g.
Umumnya dibuat dengan cara kondensasi Umumnya dibuat dengan cara dispersi
h.
Efek Tyndall jelas Efek Tyndall kurang jelas
i.
Contoh: sol logam, sol belerang, sol Fe(OH)3, sol As2S3, sol sulfida Contoh: sol kanji, sol protein, sol sabun, sol gelatin
4. Gel/Jel adalah koloid liofil setengah kaku.
Contoh: agar-agar, lem kanji, selai, jelly untuk menata rambut.
 5. Buih adalah sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair.
Contoh: sabun, detergen, protein.
Zat-zat yang dapat memecah/mencegah buih yaitu eter, isoamil alkohol.

sumber : http://esdikimia.wordpress.com/2011/06/17/koloid/