Pembuatan dan Manfaat Beberapa Unsur Logam dan Senyawanya
1. Natrium
a.
Pembuatan Natrium : Terbuat dari lelehan natrium klorida yang dicampur dengan
kalsium klorida.
NaCl(l) àNa+(l) +
Cl-(l)
Katode : Na+(l) + e à Na(l)
Anode : 2Cl-(l)à Cl2(g)
+ 2e
b.
Penggunaan Natrium :
-
Natrium
o cairan pendingin pada reaktor
nuklir
o pada pengolahan logam-logam
tertentu seperti Li, K, dll
o membuat senyawa natrium yang
tidak bisa dibuat dari NaCl
o sebagai lampu di jalan raya.
-
Natrium Klorida (NaCl) à Terbuat dari air laut atau garam batu
o Industri susu
o mengawetkan makanan
o mencairkan salju
o pengolahan kulit
o bumbu masak
-
Natrium Hidroksida (NaOH)
o Industri sabun, detergen, pulp,
kertas
o pengolahan bauksit (Al2O3,
nH2O)
o membuat natrium hipoklorit
(NaClO)
-
Natrium Karbonat (Na2CO3) à Dibuat melalui proses Solvay
o Pembuatan kaca bejana
o Industri pulp, kertas,
detergen, dan bahan pelunak air
-
Natrium Bikarbonat (NaHCO3) à biasa disebut juga soda kue karena
bila dipanaskan akan terurai dan membebaskan CO2.
2. Magnesium
a.
Pembuatan Magnesium : Terbuat dari lelehan garam klorida.
b.
Penggunaan Magnesium :
-
Membuat logam campur (Magnalium) à membuat komponen pesawat terbang, rudal,
dll.
-
Membuat kembang api
3. Aluminium
a.
Pembuatan Aluminium : terbuat dari bauksit (Al2O3, nH2O).
Terdapat proses Hall-Heroult (ditemukan oleh Charless M. Hall dan Paul
Heroult). Dalam proses ini, aluminium oksida dilarutkan dalam lelehan kriolit
(Na3AlF6)
Al2O3(l) à 2Al3+(l)
+ 3O2-(l)
Katode : Al3+(l) + 3e à Al(l)
Anode : 2O2-(l) à O2(g) +
4e
C(s) + 2O2-(l) à
CO2(g) + 4e
b.
Penggunaan Aluminium :
-
Aluminium
o Sektor industri otomotif
o Sektor pembangunan perumahan
o Sektor industri makanan
o Untuk membuat termit
-
Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3)
o Pengelolahan air minum
4. Besi
a.
Pembuatan besi :
-
Diolah dari bijinya dalam suatu tungku disebut tanur tiup.
-
Bahan yang digunakan biji besi, kokas (C), dan batu kapur (CaCO3).
-
Biji besi, kokas, dan batu kapur diumpankan dari puncak tanur sementara di
bagian bawah ditiupkan udara panas. Ini akan menghasilkan gas CO2.
C(s) + O2(g)à CO2(g) +
kalor
Gas CO2 yang baru terbentuk itu akan bereaksi
lagi dan membentuk CO.
CO2(g) + C(s)à 2CO(g)
Gas CO iniyang akan mereduksi biji besi secara bertahap.
Tahap 1 : 3Fe2O3 + CO à 2Fe3O4
+ CO2 (Hematit)
Tahap 2 : Fe3O4 + CO à 3FeO + CO2
(Magnetik)
Tahap 3 : FeO + CO à Fe + CO2
b.
Penggunaan Besi
-
Untuk membuat baja
c.
Pembuatan Baja
-
Teknologi pembuatan baja ditemukan oleh Henry Bessemer dan dikembangkan
dengan tungku terbuka oleh William Siemens. Tungku oksigen adalah silinder baja
dengan pelapis yang bersifat basa.
5. Tembaga
a.
Pembuatan Tembaga
-
Pembuatan tembaga melalui beberapa proses, yaitu flotasi, pemanggangan,
peleburan, pengubahan dan elektrolisis.
b.
Penggunaan Tembaga
-
Berwarna kuning merah.
-
Untuk kabel listrik
-
Untuk paduan logam seperti perunggu ( Cu + Sn) dan kuningan (Cu + Zn)
6. Timah,
Kromium, dan Emas
-
Timah adalah logam yang relatif lunak dan berwarna putih perak. Digunakan untuk
membuat kaleng kemasan dan untuk membuat logam campur misalnya perunggu dan
solder.
-
Kromium adalah logam yang keras, mengkilap, dan tahan karat. Digunakan dalam
industri logam, pernik kendaraan bermotor.
-
Emas tergolong logam bulia yang berwarna kuning mengkilap dan tahan karat.
Digunakan sebagai perhiasan.
Pembuatan dan
Manfaat Beberapa Unsur Non-Logam dan Senyawanya
1. Karbon
dan Senyawa Karbon
-
Beberapa bentuk karbon yaitu arang, grafit, dan intan.
-
Senyawa karbon merupakan pembangun sel hidup.
a. Intan
-
Merupakan zat padat yang paling keras
Sebagian besar intan digunakan untuk perhiasan. Digunakan
juga sebagai alat pemotong, gerinda, dan mata bor.
b. Grafit
-
Digunakan untuk menghantarkan listrik, sebagai anode dalam batu baterai, bahan
pelumas, sebagai komponen dalam pembuatan komposit.
c. Karbon
Monoksida (CO)
-
Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
-
Berasal dari pembakaran tidak sempurna dalammesin kendaraan dan industri.
-
Digunakan sebagai reduktor, bahan baku pembuatan metanol, komponen dari
berbagai jenis bahan bakar gas.
d. Karbon
Dioksida (CO2)
-
Tidak beracun, tidak berbau dan tidak berwarna.
-
Dihasilkan pada pernapasan makhluk hidup.
-
Digunakan sebagai pendingin, untuk memadamkan kebakaran, untuk membuat minuman
ringan.
2. Silikon
(SiO2)
- Reaksi Kimia :
SiCl4(g) +2H2(g) àSi(s) + 4HCl(g)
- Silikon dibuat
dari silika dengan kokas sebagai reduktor. Campuran ini dipanaskan dalam suatu
tanur listrik pada suhu sekitar 3.000 C.
- Cara Pembuatan :
1. Silikon biasa direaksikan dengan
klorin sehingga terbrntuk silicon tetraklorida (SiCl4) – Merupakan
zat cair yang mudah menguap (titik didih=58 C.)
2. SiCl4 kemudian dimurnikan dengan
distilasi bertingkat.
3. SiCl4 direduksi dengan
mengalirkan campuran uap SiCl4 dengan gas H2 melalui suatu tabung yang
dipanaskan.
4. Diperolehlah silicon ultra murni
yang pengotornya hanya sekitar 10-8 %.
SiCl4(g) + 2H2(g)à Si(s) + 4HCl(g)
– Silikon ultra murni
- Guna Silikon
ultra murni : Silikon digunakan untuk membuat transistor, chips pada Komputer,
dan sel surya.
- Guna Senyawa
Silikon : Peralatan industri yang berkontak dengan asam, gelas, keramik, porselin,
semen, mengawetkan telur, perekat, sebagai bahan pengisi dalam detergen,
ampelas (abrasive), sebagai pengering dalam berbagai macam produk, dll.
3. Nitrogen
dan Senyawa Nitrogen
Nitrogen
-
Gas Nitrogen tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
-
Nitrogen termasuk golongan yang sukar bereaksi dan hanya bereaksi pada suhu
tinggi dengan bantuan katalis.
-
Dalam industri,
nitrogen diperoleh dari udara. Prosesnya ada dua tahap :
- Pencairan udara.
- Distilasi bertingkat udara cair.
a.
Cara Pembuatan
Setelah
melalui proses penyaringan, udara dikompresi yang menyebabkan suhu udara meningkat.Dilanjutkan
ke proses pendinginan – air dan karbon dioksida sudah membeku dan dapat
dipisahkan.Pengekspansian udara (dialirkan ke pipa yang lebih besar sehingga
suhunya turun dan sebagian mencair).Udara yang belum mencair disirkulasikan,
dialirkan lagi ke dalam kompresor.Karena H2O dan CO2 sudah
membeku pada tahap awal, di udara tersisa nitrogen, oksigen, dan
argon.Pemisahan lebih lanjut dengan distilasi bertingkat, yaitu dengan
menurunkan tekanan.Nitrogen akan lebih dahulu menguap dibandingkan argon.
b.
Penggunaan Nitrogen
Untuk
membuat ammonia (NH3), digunakan dalam industry elektronika,
digunakan dalam memperpanjang masa penggunaan makanan kemasan, dan pendingin
untuk menciptakan suhu sangat rendah.
Amonia
- Berbau khas dan
sangat menyengat.
- Rumus Kimia : N2(g)
+ 3H2(g)à2NH3(g)
- Bahan : Gas
Nitrogen dan Gas Oksigen.
a. Cara Pembuatan
:
1. Melalui proses
haber-Bosch.
2. Dilangsungkan pada
suhu sekitar 550C dan tekanan tinggi (sekitar 300 atm).
3. Dengan pemberian
katalis yaitu campuran besi dengan Al2O3, MgO, CaO, dan K2O.
b. Penggunaan Amonia
Pembuatan
pupuk misalnya pupuk urea {CO(NH2)2} dan ZA {(NH4)2SO4}},
membuat senyawa nitrogen.
Asam Nitrat
- Asam Nitrat
tergolong asam keras, karena dapat melarutan hampir semua logam, kecuali emas
dan platina.
- Emas dan platina
hanya dapat larut dalam akua regia, campuran HCl dan HNO3 pekat dengan
perbandingan volume
3 : 1.
- Penggunaan Asam
Nitrat : Membuat ammonium nitrat NH4NO3 untuk pupuk,
bahan peledak, plastik,
obat.
4. Fosforus dan
Senyawa Fosforus
- Memiliki 2
bentuk alotropi : Fosforus Putih dan Fosforus Merah.
- Fosforus Putih
lebih reaktif dan bersifat racun, juga dapat terbakar dengan sendirinya di
udara, penyimpanannya dalam air. Fosforus putih terdiri dari molekul-molekul P4
yang berbentuk tetrahedron.
- Fosforus merah
merupakan polimer rantai P4.
a. Penggunaan Fosforus
Untuk
membuat Asam Fosfat, untuk pupuk dan detergen. Fosforus merah misalnya
digunakan pada pembuatan korek api.
b. Cara Pembuatan :
1. Batuan fosfat yang
memiliki senyawa penting fluorapatit (Ca3(PO4)2.CaF2)
diambil.
2. Senyawa Ca3(PO4)2
dipisahkan dari batuan fosfat dan dipanaskan dengan pasir (SiO2) dan
kokas (C).
3. Uap Fosforus yang
terbentuk ditampung dalam air.
4. Rumus Kimia : 2Ca3(PO4P2)(s) + SiO2(s) + 10C(s)à 6CaSiO3(s) + 10CO(g)
+ P4(g)
Asam
Fosfat
- Asam
Fosfat murni berupa cairan kental tak berwarna dan mudah larut dalam air.
-
Bahan : Batuan fosfat dan asam sulfat.
-
Reaksi Kimia : Ca3(PO4)2 + 3H2SO4 +
6H2Oà
2H3PO4 + 3CaSO4.2H2O
-
Penggunaan Asam Fosfat : untuk membuat pupuk superfosfat, detergen, bahan
pembersih lantai, insektisida, dan makanan hewan.
Pupuk
Superfosfat
- Digunakan pada
tumbuhan dalam jumlah yang cukup banyak.
- Penggunaannya
untuk pupuk.
- Bahan : Batuan
fosfat yang direaksikan dengan asam sulfat atau asam fosfat, di mana batuan
fosfat diubahn menjadi kalsium dihidrogenfosfat atau kalsium fosfat primer
{Ca(H2PO4)2} yang larut dalam air.
- Pupuk
Superfosfat mudah larut dalam air.
- Rumus Kimia : Ca3(PO4)2
+ 2H2SO4à2CaSO4 + Ca(H2PO4)2
Ca3(PO4)2 + 4H3PO4 à3Ca(H2PO4)2
Natrium
Tri Poli Fosfat (STTP) Na5P3O10
- Penggunaannya
sebagai bahan penunjang detergen, yaitu mengikat ion-ion kalsium/magnesium dari
air sadah agar tidak mengendapkan detergen.
- Efek buruk :
Pencemaran air karena akan menyuburkan pertumbuhan ganggang dan eceng gondok.
Bila massa tumbuhan ini mati, reaksi pembusukkannya akan menghabiskan oksigen
terlarut sehingga dapat mematikan kehidupan hewan air.
5. Oksigen
-
Rumus Kimia : C6H12O6(aq) + 6O2(g)àCO2(g) + H2O(l)
+ energi
-
Penggunaan Oksigen secara umum : proses pembakaran,misalnya pembakaran bahan
bakar dalam mesin kendaraan, pembakaran gas elpiji pada kompor, atau pembakaran
sampah, unsur yang diperlukan tubuh manusia untuk respirasi agar dapat
menghasilkan energi.
-
Penggunaan Oksigen : pernapasan para penyelam, angkasawan, atau penderita
penyakit tertentu,.
- Cara
Pembuatan :
1. Penguraian kalium klorat (KClO3).
Jika KClO3 dipanaskan dengan PbO2 sebagai katalis, akan
terurai membentuk KCl dan Oksigen.
2. Penguraian Hidrogen peroksida (H2O2).
Penguraian ini menghasilkan air dan oksigen.
3. Elektrolisis air. Dengan bantuan
elektrolit, menghasilkan hidrogen di katode dan oksigen di anode.
6. Belerang dan Senyawa
Belerang
Belerang
- Rumus Kimia :
8SO2(g) + 16H2S(g)à 16H2O(l) + 3S8(s)
- Memiliki 2
alotropi : Belerang rombik dan Belerang monoklinik.
- Belerang rombik
berwarna kuning.
- Bahan : Belerang
yang ditemukan di daerah vulkanik.
- Penggunaan
belerang : pembuatan asam sulfat, dalam jumlah sedikit digunakan pada
vulkanisasi karet untuk industry ban kendaraan.
- Cara Pembuatan :
1. Dengan cara Frasch, deposit
belerang dicairkan dengan mengalirkan air super panas (campuran air dan uap air
dengan tekanan sekitar 16 atm dan suhu sekitar 160 C). Melalui pipa bagian luar
dari suatu susunan tiga pipa konsentris.
2. Belerang cair kemudian dipaksa
keluar dengan memompakan udara panas (dengan tekanan sekitar 20-25 atm).
3. Belerang dibiarkan membeku.
4. Karena belerang tidak larut dalam
air, maka belerang yang diperoleh dengan cara ini dapat mencapai kemurnian
sampai 99,6 %.
Asam Sulfat
- Berupa cairan
kental, sangat korosif, dan merupakan asam kuat, bersifat higroskopis dan
merupakan zat dehidrator
(dapat menarik air dari senyawa yang mengandung hidrogen dan oksigen dengan
merusak zat itu).
- Penggunaan Asam sulfat
:Industri pupuk, industri cat/zat warna dan detergen, industri logam, bahan peledak, obat-obatan,
pemurnian minyak bumi, dan pengisi aki.
- Pembuatan Asam Sulfat
: melalui proses kontak dan proses bilik timbal.
7. Halogen dan
Senyawa Halogen
Fluorin
- Penggunaan
Fluorin : untuk membuat senyawa klorofluorokarbon (CFC) yang dikenal dengan
nama Freon, untuk memisahkan isotop U-235 dari U-238 melalui proses difusi gas.
- Garam fluorida
digunakan untuk pasta gigi, air minum agar mencegah kerusakan gigi.
- Email gigi
terdiri dari senyawa hidroksiapatit Ca5(PO4)3OH yang
sedikit larut dalam suasana asam karena reaksi : Ca5(PO4)3OH(s)
+ 4H+(aq)à5Ca2+(aq) + 3HPO42-(aq)
+ H2O(l)
- Hidrogen
fluoride (HF) digunakan untuk membuat tulisan/lukisan di atas kaca, karena HF
dapat melarutkan kaca.
Klorin
- Klorin merupakan
halogen yang paling banyak diproduksi.
- Bahan :
Elektrolisis larutan NaCl.
- Penggunaan
Klorin : Bahan baku industry plastic dan karet sintetis, pembuatan
tetraklorometana (CCl4), pembuatan etil klorida (C2H5Cl)
yang digunakan untuk membuat TEL sebagai bahan aditif pada bensin, bahan
desinfektans dalam air minum dan kolam renang, pemutih kertas dan tekstil.
- Sebagai pemutih,
klorin direaksikan dengan natrium hidroksida sehingga terbentuk natrium
hipoklorit menurut reaksi disproporsionasi
:
Cl2(g) + 2NaOH(aq)àNaCl(aq) + NaClO(aq)
+H2O
Bromin
- Penggunaan
Bromin : untuk membuat etilenbromida C2H4Br2
suatu aditif yang dicampurkan ke dalam bensin bertimbal untuk mengikat timbal
sehingga tidak melekat pada silinder atau piston.
- Bromin juga
digunakan untuk membuat AgBr, bahan yang sensitive terhadap cahaya film
fotografi.
- Reaksi Kimia :
2AgBr(s)à2Ag(s) + Br2(l)
Iodin
- Penggunaan Iodin
: dalam obat-obatan. Iodoform (CHI3) digunakan sebagai antiseptic;
larutan iodine dalam alcohol yang disebut tinktur iodine, juga digunakan
sebagai antiseptic pada luka.
- Iodin juga digunakan
untuk membuat perak iodide (AgI).
- Natrium Iodidat
(NaIO3) atau natrium iodide (NaI) dicampurkan ke dalam garam dapur,
karena iodin sangat penting untuk kesehatan. Kekurangan iodin dapat menyebabkan
penyakit gondok dan retardasi mental.
Pembuatan
Halogen di Laboratorium
1. Pembuatan Klorin
- Hasil reaksi
kapur-klor dengan asam sulfat.
- CaOCl2(s) +
H2SO4(aq)àCaSO4(aq) + Cl2(g) + H2O(l)
- Oksidasi Cl-
(misalnya dari NaCl) dengan suatu oksidator kuat, misalnya campuran MnO2
dengan asam sulfat pekat.
- MnO2(s) + H2SO4(aq)
+ NaCl(aq) àMnSO4(aq) + NaSO4(aq) +H2O(l)
+ Cl2(g)
2. Pembuatan Bromin
Bromin
dapat dibuat dari reaksi suatu bromidedengan klorin.
Contoh
:
Larutan
NaBr dengan gas klorin.
2NaBr(aq)
+ Cl2(g)à2NaCl(aq)
+ Br2(l)
3. Pembuatan Iodin
Iodin
dapat dibuat dari suatu iodide dengan gas klorin.
Contoh
:
Larutan
KI dengan campuran MnO2 dan asam sulfat pekat.
2KI(aq)
+ MnO2(s) +H2SO4(aq )àK2SO4(s) + MnSO4(s)
+ H2O(l) + I2(s)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar